12 Candi di Jogja yang Wajib Dikunjungi: Sejarah, Lokasi, dan Keunikannya
Dagadu DjokdjaShare
12 Candi di Jogja yang Wajib Kamu Kunjungi
Jogja selalu punya cara sendiri buat memikat siapa pun yang datang. Selain budaya dan kulinernya yang khas, kota ini juga menyimpan jejak sejarah lewat deretan candinya yang megah dan beragam. Dari yang sudah terkenal seperti Candi Prambanan, sampai yang tersembunyi di perbukitan seperti Candi Ijo, semuanya punya daya tarik dan cerita tersendiri.
Yuk, simak daftar candi di Yogyakarta yang bisa kamu jelajahi untuk liburan bernuansa budaya dan sejarah!
1. Candi Prambanan
Candi Hindu terbesar di Indonesia ini jadi ikon wisata Jogja yang paling terkenal. Berdiri sejak abad ke-9, Candi Prambanan memiliki tiga candi utama yang didedikasikan untuk Dewa Siwa, Wisnu, dan Brahma. Kompleksnya luas dan megah, dengan relief indah yang menceritakan kisah Ramayana.
Candi ini terletak di Sleman, tepat di perbatasan Yogyakarta dan Klaten, dan buka setiap hari mulai pukul enam pagi hingga menjelang sore. Saat malam hari, area ini makin memukau dengan pertunjukan Ramayana Ballet yang digelar di teater terbuka dengan latar megah candi yang diterangi cahaya lampu.
2. Candi Sewu
Hanya beberapa ratus meter dari Prambanan, kamu bisa menemukan Candi Sewu yang merupakan peninggalan agama Buddha. Meski namanya berarti “seribu”, jumlah candinya sekitar 249. Arsitekturnya tinggi dan simetris, menandakan perpaduan budaya Hindu-Buddha pada masa itu.
Candi Sewu masih satu kawasan dengan Prambanan, jadi bisa dijangkau dengan berjalan kaki atau naik sepeda keliling kompleks. Datanglah pagi hari ketika sinar matahari menyapu batuan abu-abu tua, menciptakan suasana mistis yang menenangkan.
Baca Juga: 12+ Tempat Wisata dan Aktivitas Seru di Malioboro Jogja 2025
3. Candi Plaosan
Disebut juga “Candi Romantis”, Candi Plaosan dipercaya dibangun oleh pasangan Rakai Pikatan (Hindu) dan Pramodhawardhani (Buddha) sebagai simbol cinta lintas keyakinan. Kompleks ini terdiri dari dua area utama, Plaosan Lor dan Plaosan Kidul, dengan puluhan candi kecil di sekitarnya.
Candi ini terletak di Desa Bugisan, sekitar 1 kilometer dari Prambanan. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah sore hari, ketika cahaya matahari keemasan jatuh di antara reruntuhan batu, menciptakan suasana hangat dan tenang dengan latar Gunung Merapi di kejauhan.
4. Candi Kalasan
Kalau kamu melewati jalur utama Yogyakarta–Solo, kamu akan melihat bangunan batu berornamen indah di sisi jalan. Itulah Candi Kalasan, salah satu candi Buddha tertua di Jawa Tengah. Candi ini dibangun pada tahun 778 Masehi dan terkenal karena lapisan permukaannya yang halus berkat vajralepa, semacam pelapis batu khas masa itu.
Karena berada di tepi jalan, akses menuju Candi Kalasan mudah banget. Kamu bisa mampir saat perjalanan menuju Prambanan, dan cukup luangkan waktu sekitar 30 menit untuk menjelajahi area sekitarnya yang rindang dan tenang.
5. Candi Sambisari
Berbeda dari candi lainnya, Candi Sambisari punya keunikan tersendiri karena letaknya di bawah tanah, sekitar enam meter dari permukaan. Candi ini sempat terkubur abu vulkanik Merapi selama ratusan tahun sebelum akhirnya ditemukan tahun 1966.
Terletak di Purwomartani, Kalasan, suasana di sekitar candi ini sangat damai dengan taman hijau yang luas. Kamu bisa berjalan menuruni tangga menuju pusat area candi, dan dari atas, pemandangannya terlihat simetris dan cantik, cocok banget buat hunting foto.
6. Candi Ijo
Ingin lihat candi dengan pemandangan spektakuler? Candi Ijo jawabannya. Berdiri di atas bukit setinggi 410 meter di atas permukaan laut, kamu bisa melihat panorama Jogja dari atas sini, termasuk pesawat yang lepas landas dari Bandara YIA dan langit sore yang oranye keemasan.
Candi Hindu ini berada di Desa Sambirejo, Prambanan, dan bisa dicapai dalam waktu 15 menit dari kompleks Prambanan. Karena letaknya tinggi, waktu terbaik untuk datang adalah sore menjelang sunset, suasananya romantis banget, apalagi kalau cuaca sedang cerah.
Baca Juga: 11 Rekomendasi Kuliner Enak di Jogja, Wajib Coba!
7. Candi Barong
Masih di kawasan Prambanan, Candi Barong cocok buat kamu yang suka tempat tenang dan pemandangan indah. Bangunannya terdiri dari dua candi utama dengan arsitektur khas Hindu, berdiri kokoh di atas bukit dengan panorama Gunung Merapi yang terlihat jelas di kejauhan.
Candi ini berjarak sekitar 2 kilometer dari Candi Ijo. Karena posisinya di dataran tinggi, udaranya sejuk dan asri. Banyak wisatawan yang datang sore hari untuk menikmati pemandangan matahari terbenam sambil foto-foto di pelataran candi.
8. Candi Sari
Kalau kamu penasaran seperti apa tempat tinggal para bhiksu di masa lalu, Candi Sari bisa menjawab rasa ingin tahumu. Candi ini dulunya digunakan sebagai vihara, tempat belajar dan bermeditasi. Bangunannya dua lantai dan masih bisa dimasuki sampai sekarang.
Candi Sari berada di daerah Kalasan, nggak jauh dari Candi Sambisari. Ukirannya detail dan halus, menunjukkan kemajuan seni arsitektur Buddha di masa itu. Suasananya tenang dan cocok untuk kamu yang suka eksplor sejarah dalam suasana damai.
9. Candi Banyunibo
Namanya diambil dari bahasa Jawa yang berarti “air menetes”, menggambarkan suasana sekitar yang sejuk dan alami. Candi Banyunibo berukuran kecil tapi punya relief indah dan terawat. Lokasinya nggak jauh dari Candi Ijo dan Candi Barong, jadi bisa dikunjungi dalam satu rute perjalanan.
Candi ini cocok buat kamu yang ingin menikmati wisata tenang tanpa ramai pengunjung. Kalau datang pagi, kamu bisa mendengar suara burung dan semilir angin di antara sawah yang mengelilinginya.
Baca Juga: 10 Oleh-Oleh Khas Jogja dari Makanan hingga Kerajinan, Wajib Dibawa Pulang!
10. Candi Gebang
Candi Gebang terletak di kawasan utara Yogyakarta, tepatnya di Condongcatur, Sleman. Walaupun kecil, candi ini punya makna besar karena merupakan salah satu peninggalan Hindu tertua di wilayah ini.
Candi ini sering dikunjungi pelajar dan peneliti arkeologi karena masih menyimpan struktur batu asli yang kuat. Letaknya juga mudah dijangkau dari kota, hanya sekitar 20 menit dari Tugu Jogja, jadi cocok untuk kunjungan singkat.
11. Candi Kedulan
Seperti Sambisari, Candi Kedulan juga sempat terkubur abu vulkanik Merapi sebelum akhirnya ditemukan tahun 1994. Lokasinya di Kalasan, Sleman, dan hingga kini proses restorasinya masih berlangsung sebagian.
Tempat ini belum seramai candi besar lainnya, jadi kamu bisa menikmati atmosfer yang tenang dan alami. Bagi pencinta sejarah, Candi Kedulan jadi destinasi menarik karena memperlihatkan bagaimana sisa-sisa peradaban bisa bertahan meski tertimbun waktu.
12. Candi Abang
Dikenal juga sebagai bukit Teletubbies versi Jogja, Candi Abang punya ciri khas yang unik: terbuat dari batu bata merah, bukan batu andesit seperti kebanyakan candi lain. Walau bentuknya sudah tidak utuh, bukit di atasnya tertutup rumput hijau dan sering jadi tempat favorit untuk piknik dan menikmati sunset.
Candi ini berada di daerah Berbah, Sleman, sekitar 30 menit dari pusat kota. Karena terbuka dan berangin, waktu terbaik untuk datang adalah sore hari sambil membawa bekal dan alas duduk, dijamin suasananya bikin betah.
Itulah 12 candi di Jogja yang seru banget buat kamu kunjungi. Setiap candi punya cerita, keindahan, dan atmosfer yang berbeda, dari megahnya Prambanan, tenangnya Plaosan, sampai sunset cantik di Candi Ijo.
Kalau kamu berencana menjelajahi semua candi ini, jangan lupa pakai outfit nyaman dari Dagadu. Koleksi kaos, topi, dan tasnya ringan, adem, dan tetap keren buat jalan-jalan seharian di bawah matahari Jogja.